Irigasi Sistem (Penyiraman Otomatis)

 

Anda suka berkebun atau memiliki banyak tanaman hias di pekarangan rumah. Saat musim hujan tiba, Anda tentu tak perlu repot bolak-balik menyiraminya. Namun, saat musim kemarau tiba, Anda harus ekstra memperhatikan kondisi ‘kesehatan’ tanaman. Telat menyiraminya, bisa jadi tanaman kesayangan mati. Nah, agar hal tersebut tak terjadi barangkali menggunakan penyiraman otomatis bisa menjadi solusi agar tanaman hias Anda tak ‘kehausan’—alias terpaksa menahan diri mendapatkan air.

Adalah penyiraman tanaman otomatis berbasis Arduino yang memiliki sensor kelembaban tanah. Sensor tanah tersebut bakal mengukur kelembaban tanah, sehingga saat kondisi tanah sudah mulai kering, alat akan otomatis menyemprotkan air ke tanaman. Dengan demikian, tanam segera mendapatkan ‘asupan’ air dan tidak layu—bahkan mati. Sebaliknya, saat kondisi tanah sudah lembab, alat penyiraman otomatis akan menghentikan penyiraman.

Alat ini sebenarnya bisa dibuat sendiri. Anda cukup menyiapkan beberapa komponen seperti boar arduino, sensor soil moisture, module relay dan kabel jumper. Banyak tutorial di internet yang bisa diikuti untuk menghubungkan sensor kelembaban tanah atau soile moisture sensor tersebut. Sementara untuk pin yang dihubungkan ke module relay dapat mengikuti pada pin yang dituliskan pada coding arduino. Khusus untuk kelembaban tanah, disarankan untuk memasang sesuai dengan batas tanam sensor. Hal ini untuk mencegah pembacaan nilai sensor yang tak sesuai. Tidak terlalu rumit bukan?!

Namun, jika cara membuat penyiraman otomatis ini terlalu ‘berat’ bagi Anda atau khawatir terjadi kesalahan, konsultasikan saja kepada ahlinya. Anda dapat menghubungi Alam Araya Landscape untuk informasi tentang ini. Dengan senang hati kami akan membantu Anda mendapatkan sistem penyiraman otomatis di taman, sehingga seluruh tanaman kecintaan Anda tetap tumbuh subur dan bermekaran dengan indah tanpa repot setiap saat harus menyiraminya secara manual.